Topics To Be Covered on Toefl 1

A. WHAT IS A TOEFL ?

TOEFL stands for Test of English as a Foreign Language. TOEFL is a test to measure the level of English proficiency of non-native speakers of English. It is required primarily by English-language colleges and universities. Additionally, institutions such as government agencies or scholarship programs may require the test.

The test currently has the following sections:

  1. Listening Comprehension (multiple choice): To demonstrate heir ability to understand spoken English, examinees must listen to a tape and respond to various types of questions.
  2. Structure and Written Expression (multiple choice) : To demonstrate their ability to recognize grammatically correct English, examinees must choose the correct way to complete the sentences and must find errors in sentences.
  3. Reading Comprehension (multiple choice): To demonstrate their ability to understand written English, examinees must answer questions about the meanings of words and ideas in reading passages.

The following chart outlines the probable format of a TOEFL test. (It should be noted that on certain occasions a longer version of the TOEFL test is given)

 

Sections of TOEFL

Number of Question

Time

Listening Comprehension

50 questions

35 minutes

Structure and Written Expression

40 questions

25 minutes

Reading Comprehension

50 questions

25 minutes

   

B. Scoring and Grading System

 1.      .Kelulusan dengan Toefl Score  ≥ 450

2.      Toefl Score tertinggi antara UTS dan UAS

3.      Kehadiran dan Tugas tidak termasuk komponen Nilai Akhir

C. CONVERTED TOEFL SCORES

               425 atau kurang……E

               426 – 449 ……………..D

               450 – 470 ……………..C

               471 – 485 ……………..B           

               486 atau lebih……….A

D. PAMU’S RULES

1.75 % attendance for final exam,

2. Must take mid and final exam,

3. Not more than 30 minutes late,

4. Good performance and attitude,

5. Turn off your hand phone during lecturing

 

 

 

 

PERUMPAMAAN – PERUMPAMAAN DALAM KITAB PB

MEMAHAMI PERUMPAMAAN-PERUMPAMAAN TUHAN YESUS

Perumpamaan Yesus adalah perumpamaan (semacam analogi) yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya. Kisah-kisah perumpamaan ini terdapat dalam semua kitab Injil: Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Kitab Matius memuat perumpamaan dengan jumlah yang terbanyak.

  •  Perumpamaan-perumpamaan Yesus ini cukup sederhana dan cukup mudah untuk diingat. Oleh karena itu, perumpamaan tersebut masih dapat diceritakan dari mulut ke mulut, sebelum akhirnya menjadi bentuk tertulis, bertahun-tahun setelah wafatnya Yesus. Salah satu sifat perumpamaan adalah penggambaran secara sepintas sebuah cerita yang sederhana dan lugas, namun memiliki makna yang jauh lebih dalam jika direnungkan lebih jauh.
Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”
Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
  •  Perumpamaan tentang mutiara yang berharga adalah sebuah perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya. Kisah ini tercantum di dalam Matius 13:45-46. Perumpamaan ini merupakan salah satu perumpamaan terpendek yang digunakan Tuhan Yesus.  
  • Perumpamaan Tentang Domba Yang Hilang. Perumpamaan ini menceritakan tentang seorang gembala domba yang memiliki seratus ekor domba. Pada suatu hari salah seekor dombanya hilang, dan ia meninggalkan domba yang lainnya di pegunungan dan mencari seekor yang tersesat. Diceritakan bahwa ketika gembala tersebut menemukan domba yang hilang, maka kegembiraannya atas seekor domba itu lebih dari 99 ekor domba yang tidak sesat.
  • Domba merupakan lambang yang sangat sering dijumpai di dalam Alkitab sejak zaman sebelum Daud, gembala domba yang menjadi raja Israel (lihat Mazmur 23). Domba adalah binatang yang sangat bodoh yang tidak mampu mencari makan/minum sendiri tanpa tuntunan gembalanya, apalagi melindungi dirinya. Domba merupakan perlambangan dari manusia. Domba yang sesat/hilang melambangkan manusia yang berdosa/kehilangan kemuliaan Allah, sedangkan domba yang tidak sesat melambangkan orang yang benar, yaitu mereka yang telah percaya kepada Yesus, bertobat dari dosanya, dan kembali ke jalan yang benar. Setiap orang Kristen dilambangkan dengan seekor domba.
  • Gembala domba, di sisi lain, adalah orang yang mencukupi kebutuhan domba-dombanya, melindungi mereka dari serangan binatang buas, mengobati mereka yang terluka, dan menuntun mereka ke mana-mana. Sang Gembala Agung menunjuk pada sosok Yesus, dan titel ‘gembala manusia’ diteruskan hingga kini untuk menyebut seorang pendeta Kristen, yaitu gembala sidang.
  • Perumpamaan ini dijelaskan oleh Yesus dalam ayat ke-14 dan dalam kitab Lukas ayatnya yang 7:
Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.
—Matius 18:14
  • Perumpamaan pengampunan adalah sebuah perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya. Kisah ini tercantum di dalam Matius 18:22-35. Perumpamaan ini menceritakan tentang dosa, pengampunan, dan kasih. Yesus menceritakan perumpamaan ini untuk menjawab pertanyaan Petrus pada ayat ke-21:
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
  • Perumpamaan anak yang hilang adalah sebuah perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya. Kisah ini tercantum di dalam Lukas 15:11-32. Perumpamaan ini menceritakan tentang kasih seorang bapa kepada anaknya. Di dalam cerita ini, sekalipun titik beratnya adalah tentang si anak bungsu, namun sebenarnya si anak sulung juga memiliki peran di dalam cerita ini.
  • Perumpamaan tentang anak yang hilang ini adalah suatu perumpamaan yang sering dipakai untuk menggambarkan kesetiaan Allah (yang sering digambarkan sebagai Bapa) yang tidak pernah berubah, sekalipun umatNya (digambarkan sebagai anak) sering menyakiti hatiNya dan meninggalkanNya untuk pergi menikmati kesenangan duniawi (digambarkan sebagai negeri yang jauh). Secara kenyataan, di dalam berbagai kesempatan, Tuhan memang menyatakan di dalam Alkitab bahwa umat-umatNya memang memiliki status dan kuasa sebagai anak-anakNya, bukan hanya perumpamaan saja.
  • Tuhan Yesus hendak menekankan bahwa seindah-indahnya kenikmatan duniawi yang dapat dipandang mata, suatu saat itu akan berbalik menjadi jerat yang akan membuat seseorang meninggalkan Tuhan, apabila kenikmatan itu dikejar melebihi apapun, bahkan kenikmatan yang kelihatannya tidak berdosa sekalipun. Yesus juga secara tidak langsung menyatakan bahwa “tempat tinggal” manusia yang sesungguhnya adalah berada di “rumah Bapa”, dalam artian selalu bersekutu dan berhubungan dengan Tuhan, sebab analoginya, dengan tinggal di dalam satu rumah yang sama, maka orang-orang yang ada di dalamnya akan memiliki relasi yang kuat. Tuhan tidak ingin umatNya mencoba mengais-ais “kesenangan duniawi”, padahal di dalam persekutuan dengan Dia, Tuhan hendak menyediakan suatu kesenangan yang sejati yang berlimpah.
  • Sebaliknya, anaknya yang sulung, sekalipun memang tidak pergi dari rumah bapanya, namun ia bekerja pada bapanya dengan berorientasi pada upah. Ia lama memendam keinginan untuk diperlakukan secara khusus oleh bapanya oleh karena ia menjadi satu-satunya anak bapanya, namun perlakuan itu tak kunjung datang. Padahal ia lupa, seluruh milik bapanya itu adalah miliknya juga. Bila ia ingin mengadakan pesta atau apapun yang ia suka, tentu bapanya tidak akan melarang. Namun dengan itu, dapat diketahui bahwa anak yang sulung ini pun tidak memiliki kasih, selalu menuntut penghargaan demi penghargaan dari bapanya. Ia bekerja hanya untuk dirinya sendiri.
  • Di akhir pengajarannya Yesus menekankan tujuanNya datang ke dunia adalah untuk mencari orang-orang yang terhilang, seperti kata-kata bapa itu:
Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. (Lukas 15:32)
  • Demikian pula Ia menekankan bahwa Ia tidak ingin umat-umatNya menjadi seperti anak yang sulung yang hanya memikirkan diri sendiri, tidak memiliki kasih terhadap adiknya yang bungsu, namun Ia ingin agar umat-umatNya peduli terhadap orang-orang yang belum mengenal Yesus.
  • Perumpamaan tentang anak yang hilang, seperti juga perumpamaan tentang domba yang hilang dan perumpamaan tentang dirham yang hilang, selalu diakhiri dengan pesta besar ketika hal yang hilang itu diketemukan. Dan semua perumpamaan itu berbicara tentang orang-orang berdosa yang belum mengenal Kristus. Bahkan, ada sukacita yang besar di Sorga oleh karena satu orang berdosa bertobat (Lukas 15:7).

Hal – hal menarik:

  1. Dirham yang hilang tidak sadar keadaan dirinya sendiri. Tentu saja dirham tidak bisa mencari solusi.
  2. Domba yang hilang sadar akan keadaannya tetapi tidak bisa mencari jalan keluar.
  3. Anak yang hilang memahami keadaanya yang sudah jatuh terperosok dan dpat menemukan jalan keluar.

Apa kaitannya dengan penginjilan?

Pengertian

  1. Dongeng

Dari Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa Definisi Dongeng adalah suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya. Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun.

     2. Perumpamaan

Perumpaan tergolong dalam peribahasa berlapis, iaitu mengandungi makna tersurat dan tersirat. Terdapat dua bentuk perumpamaan, iaitu yang menyatakan perbandingan secara terang-terangan dan yang tidak menyatakan perbandingan secara terang-terangan. Perumpamaan yang menyatakan perbandingan secara terang-teranan didahului dengan kata-kata perbandingan seperti, umpama, bagai, laksana, ibarat dan baik; manakala perumpamaan yang tidak disebutkan perbandingan tidak didahului kata-kata perbandingan tersebut.

 

 

 

 

 

 

KITAB-KITAB INJIL

Sebagaimana sudah dijelaskan dalam pertemuan sebelumnya bahwa Alkitab terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Jumlah Kitab Kudus di Perjanjian Lama sebanyak 39 (ditulis dalam Bahasa Ibrani) dan Kitab Kudus Perjanjian Baru berjumlah 27 (ditulis dalam Bahasa Yunani). Ingatlah bahwa Kitab-Kitab Perjanjain Lama berfokus pada kisah tentang sebuah JANJI sedangkan KItab-Kitab Perjanjian Baru menceritakan bagaimana JANJI tersebut menjadi GENAP.

Catatan Penting :

1. Kitab-Kitab Matius, Markus, Lukas dan Yohanes disebut sebagai Kitab-Kitab INJIL. Kata injil berarti “Kabar Baik”. Keempai Kitab Injil di atas memberitakan berita baik bahwa YESUS telah datang menjadi Juruselamat.

Persamaan dan perbedaan keempat Kitab Injil

a. Ketiga Injil pertama paling mirip satu dengan yang lain, terutama menceritakan pelayanan Yesus di Galilea.

b. Ketiga penulisnya memusatkan perhatian mereka terhadap tindakan Yesus pada saat melakukan mujizat, menyampaikan perumpamaan-perumpamaan, dan pesan-pesan kepada orang banyak.

c. Injil Yohanes menuturkan beberapa dari peristiwa tersebut, namun lebih menonjolkan percakapan dan doa-doa Yesus.

d. Semua Kitab Injil menceritakan pelayanan, ajaran, mujizat, kematian dan kebangkitan Yesus ketika Dia berada di bumi.

e. Matius menggambarkan Yesus sebagai Raja, Markus menyebut Yesus sebagai Hamba, Lukas mengatakan Yesus sebagai Anak Manusia dan Yohanes berkata Yesus sebagai Anak Allah.

2. Kitab Kisah Para Rasul berfokus pada sejarah.

3. Kitab Roma sampai Filemon tentang surat-surat kiriman Paulus.

4. Kitab Ibrani samapai Yudas disebut sebagai Surat-Surat Am (Surat yang bukan dikirimkan kepasa perorangan atau jemaat-jemaat khusus melainkan dari satu jemaat ke jemaat lainnya.

5. Kitab Wahyu adalah tentang Nubuat.

 

Diskusikan Perumpamaan Yesus yang terdapat pada Lukas 15 : 1 – 32

– Domba Yang Hilang

– Dirham Yang Hilang

– Anak Yang Hilang

Petunjuk:

a. Rangkumlah perumpamaan tersebut dengan Bahasa Anda sendiri.

b. Mengapa perumpamaan itu diberikan dan kepada siapa?

c. Apa hal-hal menarik dari perumpamaan tersebut?

d. Apa relevansinya dengan kehidupan kita sekarang sebagai Pengikut Kristus?

e. Apakah yesus pernah memberikan dongeng? Mengapa?

Tentang Alkitab

Tentang ALKITAB

 

Ø  Alkitab adalah Kitab Suci Agama Kristen.

Ø  Alkitab adalah kumpulan kitab kudus.

Ø  Alkitab adalah sebuah buku yang unik dan menarik untuk digali secara mendalam (Billy Graham).

Ø  Alkitab ditulis zaman dahulu, tetapi isinya tetap penting sampai saat ini bahkan sampai pada akhir sejarah dunia.

Ø  Alkitab (Perjanjian Baru) sudah diterjemahkan ke Bahasa Yunani pada tahun 100 SM.

Ø  Tahun 1380, John Wycliffe telah mengkompilasi terjemahan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

Ø  Alkitab Bahasa Inggris Modern pertama diterjemahkan oleh William Tyndale pada abad ke-16. Ia menerbitkan Perjanjian Baru pada tahun 1526 dan keseluruhan Alkitab diterbitkan pada tahun 1534.

Ø  C.S Lewis berkata , “Jika kita memang serius untuk menerjemahkan Alkitab, kita harus membuat terjemahan ulang secara berkala.  Artinya tidak mungkin menerjemahkan buku ke sebuah bahasa sekali untuk selamanya, sebab bahasa itu sendiri bersifat dinamis. Jika anda mau agar putra anda berpakaian, tidak baik memberikan pakaian sekali untuk selamanya.”

Ø  Alkitab terbagi dua bagian : Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Ø  Perjanjian Lama

  • Ditulis dalam Bahasa Ibrani
  • Terdiri dari 39 Kitab Kudus
  • Merujuk Pada Sang Penebus akan datang.
  • Nama-nama Kitab Kudus Perjanjian Lama:

v  Kejadian

v  Keluaran

v  Imamat

v  Bilangan

v  Ulangan

v  Yosua

v  Hakim – hakim

v  Rut

v  I Samuel

v  II Samuel

v  I Raja-Raja

v  II Raja – Raja

v  I Tawarikh

v  II Tawarikh

v  Ezra

v  Nehemia

v  Ester

v  Ayub

v  Mazmur

v  Amsal

v  Pengkhotbah

v  Kidung Agung

v  Yesaya

v  Yeremia

v  Ratapan

v  Yehezkiel

v  Daniel

v  Hosea

v  Yoel

v  Amos

v  Obaja

v  Yunus

v  Mikha

v  Nahum

v  Habakuk

v  Zefanya

v  Hagai

v  Zakharia

v  Maleakhi

Ø  Perjanjian Baru

  • Ditulis dalam Bahasa Yunani
  • Merujuk pada Sang Penebus sudah datang
  • Ada 27 Kitab-Kitab Kudus

v  Matius

v  Markus

v  Lukas

v  Yohanes

v  Kisah Para Rasul

v  Roma

v  I Korintus

v  II Korintus

v  Galatia

v  Efesus

v  Filipi

v  Kolose

v  I Tesalonika

v  II Tesalonika

v  I Timotius

v  II Timotius

v  Titus

v  Filemon

v  Ibrani

v  Yakobus

v  I Petrus

v  II Petrus

v  I Yohanes

v  II Yohanes

v  III Yohanes

v  Yudas

v  Wahyu

Ø  Kitab Kejadian sampai Ulangan adalah Kitab-Kitab Taurat.

  • Mengisahkan awal penciaptaan dunia dan segala isinya.
  • Membebaskan umat-Nya dari perbudakan, membimbing melintasi laut, mengirimkan makanan, ada tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari, air minum di padang belantara namun umat ini tidak taat.

Ø  Kitab Yosua sampai Ester disebut juga Kitab – Kitab Sejarah.

  • Bagaimana Allah menuntun umat pilihannya ke tanah perjanjain – Tanah Kanaan.
  • Allah memilih raja-raja untuk memimpin umat-Nya termasuk melawan musuh.
  • Kerajaan menjadi terbagi dua.

Ø  Kitab Ayub sampai Kidung Agung disebut sebagai Kitab – Kitab Puisi.

  • Banyak mengisahkan kebesaran Allah, keindahan karya ciptaan-Nya dan nasehat baik.
  • Ada janji bahwa Allah akan mengutus Raja Agung untuk memimpin umat-Nya.

Ø  Kitab Yesaya sampai Daniel disebut sebagai Kitab Para Nabi Besar.

Ø  Kitab Hosea sampai Maleakhi disebut sebagai Kitab Para Nabi Kecil.

  • Berisi pesan Allah kepada umat melalui Nabi.
  • Nabi berperan sebagai penyambung
  • Ada sanksi atau hukuman kalau pesan tidak dituruti.

 

Pendidikan Agama dan UUD45

BAB XI. AGAMA
Pasal 29

1.    Negara berdasar atas Ketuhanan yang Maha Esa.

2.    Negara menJamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepertjajaannya itu.

catatan  :

a. Bebas tapi terikat. Artinya  setiap warga Negara Indonesia harus memeluk Agama.

b. Taat dengan ajaran Agama yang dianut.

c. Menjaga toleransi antar umat beragama.

Jumlah Pemeluk Agama dan Kepercayaan di Dunia

Agama dan kepercayaan yang dicantumkan di bawah ini merupakan agama dan kepercayaan dengan jumlah pemeluk yang signifikan. Beberapa komunitas di berbagai belahan dunia juga memeluk berbagai aliran kepercayaan yang dianggap sebagai golongan minoritas dan termasuk di dalam daftar berikut. Beberapa agama dan kepercayaan dengan jumlah pemeluk yang besar antara lain:

a.     Kekristenan a 2,000 – 2,200 miliar.

b.     Islam b1,570 – 1,650 miliar.

c.      Non-Adherent (Sekular/Ateis/Tidak Beragama/Agnostik) c1,1 miliar.

d.     Hinduisme d 828 juta – 1 miliar beberapa aliran kepercayaan seperti Ayyavazhi dan

Kaharingan diakui sebagai bagian dari Hinduisme.

e.      Buddhisme e 450 juta – 1 miliar.

f.       Kepercayaan tradisional (di Afrika, Amerika, Asia) f 400 – 500 juta.

g.     Kepercayaan tradisional Tionghoa g 400 – 500 juta

h.     Taoisme dan Khonghucu Sikhisme h 23 juta

i.       Yudaisme (agama Yahudi) i 14 juta

j.       Jainisme j 8 – 12 juta,

k.     Beberapa komunitas Jaina dianggap suatu sekte Hinduisme , Baha’i k 7,6 – 7,9 juta, Shinto l 27 – 65 juta (banyak orang Jepang yang memeluk agama Shinto dan Buddha sekaligus),

l.       Cao Dai la 1 – 3 juta,

m.  Spiritisme m 2,5 juta.

n.     Tenrikyo n 2 juta

o.     Neo-Paganisme o 1 juta meliputi Druid, Wicca, Magick, Asatru, Agama Asli Suku Indian, dll.

p.    Gerakan Rastafari p 700 ribu

q.     Unitarian Universalisme q 630 ribu

r.      Zoroastrianisme (Majusi) r 145 – 210 ribu

 

Daftar Kitab Suci

A.  Agama Buddha  – Tripitaka.

B.  Agama HinduVeda, biasa juga disebut dengan nama Catur Veda, terdiri dari:

1.     Rgveda

2.     Yajurveda

3.     Samaveda

4.     Atharvaveda

C. Agama IslamAl-Qur’an

D. Agama Kong Hu Cu

–          Empat Kitab: Kitab Ajaran Besar, Kitab Tengah Sempurna, Kitab Sabda Suci, dan Kitab Meng Zi

–          Lima Sutra: Kitab Sanjak, Kitab Hikayat, Kitab Perubahan, Kitab Kesusilaan, dan Kitab Chun Qiu

–          Kitab Bakti

E. Agama Kristen

1. Katolik dan OrtodoksAlkitab (termasuk Deuterokanonika)

Kitab-kitab Deuterokanonika dalam Alkitab adalah kitab-kitab yang dipandang sebagai bagian yang kanonik dari Perjanjian Lama Kristiani oleh Gereja Katolik Roma dan Kekristenan Timur akan tetapi tidak terdapat dalam Alkitab Ibrani, yang kerap dipandang protokanonik (kitab Perjanjian Lama). Perbedaan ini telah menimbulkan perdebatan dalam Gereja awal mengenai apakah kitab-kitab tersebut dapat dibacakan dalam gedung-gedung Gereja dan karena itu dapat diklasifikasikan sebagai naskah-naskah yang kanonik.

2. ProtestanAlkitab (tanpa Deuterokanonika)

Catatan    :

  1. Alkitab terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
  2. Perjanjian Lama 39 Buku (Ditulis dalam Bahasa Ibrani)
  3. Perjanjian Baru 27 Buku (Ditulis Dalam Bahasa Yunani)
  4. Mormon (Orang Suci Zaman Akhir)

–          Alkitab

–          Kitab Mormon

–          Doktrin dan Perjanjian

–          Mutiara yang Sangat Berharga

–          Alkitab terjemahan Dunia Baru

–          Tanakh atau Alkitab Perjanjian Lama

–          Talmud

 

 

 

 

Materials for 2nd October

Starting English Conversation

Some people say that starting English conversation is very difficult. That is why, this group of people will try to avoid doing any English conversation. However, some other people have different point of view. It means they are eager to make English conversation. In reality, every business people is required to be able to communicate in English, especially when doing any business with foreign people. The following list consists of several essential notes about how to start English conversation.

1. Realizing that English is a foreign language for us, it is not necessary to be ashamed to do any mistakes while making conversation, especially on grammatical problems. Very often, we may learn from the mistakes.

2. Remember, the most important one on conversation is that the other people can understand what you mean. Therefore, grammatical error  does not mean “death” on conversation.

3. There are three common ways we can apply to start English conversation especially with someone we do not recognize. They are:

A.     Good morning. I’m Justinus from Indonesia. Can I talk with you?

B.     Hello. My name is Jokawi from Indonesia. Are you free for a moment?

C.    Excuse me. I’m Maya from Indonesia. May I disturb you?

4. There are some common phrases which are usually used on conversation. Some of them are :

–  How do you do!

–  How are you?

–  Repeat please!

–  How do you spell your name?

–  I see.

–  You’re welcome

The remaining phrases can be found on your Business English Module Page 5.

5. Sometimes, we would like to know furthermore information about someone’s identity like name, address, occupation etc. To do that, please complete the Mind Mapping of Personal Identity, on your English Module, Page 6.

6. It is natural for someone to create a good conversation. To achieve it that he may follow  two things. First, try to find out as soon as possible what someone likes and dislikes as well. Second, talk all things that he likes so that he will feel warm. Needless to say that foreign people are not interested to talk about certain things such as: age, marital status, and religion. On the other hand, they prefer talking about job, nationality, address and education.

7. For exercises, listening the conversation on your English Module Page, 7 and 8, Track 6, 7, 3, 5 and Track 12.

8. For lecturer, please drill your student to pronounce some geographical names on English Module page. 10.

9. Remember what the quotation says that “Practice Makes Perfect”. It means, the more frequently you do conversation, the more mistakes you can overcome.

Thanks