Pengertian Agama

WILLIAM JAMES (teolog dan psikolog) berpendapat:

Sesungguhnya, adalah tidak  mudah untuk mendefinisikan AGAMA. Mengapa? Olehkarena agama mengambil beberapa bentuk yang bermacam-macam diantara suku-suku dan bangsa-bangsa di dunia. Watak agama adalah suatu subyek yang luas dan kompleks yang hanya dapat ditinjau dari pandangan yang bermacam-macam. Akibatnya, terdapat keanekaragaman teori tentang watak agama seperti teori antropologi, sosiologi, psikologi, naturalis dan teori kealaman. Sebagai akibat dari keadaan tersebut, maka kita tidak akan menemukan satu definisi agama yang dapat diterima secara universal.

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur; (1) tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa, (2) tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Pengertian agama yang berasal dari bahasa Sansekerta dimana kata a artinya tidak dan gama artinya kacau. Jika kedua kata tersebut dihubungkan berarti sesuatu yang tidak kacau (teratur). Dengan kata lain, agama berfungsi untuk memelihara integritas dari seorang atau sekelompok orang dalam rangka melakukan hubungan dengan Tuhan, sesamanya, dan alam sekitar agar tidak terjadi kekacau.

Menurut Hinduisme, agama sebagai kata benda yang berfungsi memelihara integritas dari seorang atau kelompok orang dengan 1) realitas tertinggi, 2) dengan sesama manusia dan 3) alam sekitarnya.

Sumber terjadinya agama terdapat dua katagori, pada umumnya agama Samawi dari langit, agama yang diperoleh melalui Wahyu Ilahi antara lain Islam, Kristen dan Yahudi.—-dan agama Wad’i atau agama bumi yang juga sering disebut sebagai agama budaya yang diperoleh berdasarkan kekuatan pikiran atau akal budi manusia antara lain Hindu, Buddha, Tao, Khonghucu dan berbagai aliran keagamaan lain atau kepercayaan.

Unsur-unsur Agama

beberapa unsur pokok agama:

  1. Ajaran, yakni suatu prinsip yang dianggap benar tanpa ada keraguan.
  2. Simbol, yakni identitas agama.
  3. Praktik (ibadah), yakni hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan-Nya, dan hubungan horizontal atau hubungan antar umat beragama.
  4. Pengalaman keagamaan, yakni berbagai bentuk pengalaman keagamaan yang dialami oleh penganut-penganut secara pribadi.
  5. Umat beragama, yakni penganut masing-masing agama

Fungsi Agama

  1. Sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok
  2. Mengatur tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia.
  3. Merupakan tuntutan tentang prinsip benar atau salah
  4. Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan
  5. Pedoman perasaan keyakinan
  6. Pedoman keberadaan
  7. Pengungkapan estetika (keindahan)
  8. Pedoman rekreasi dan hiburan
  9. Memberikan identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agama.

Agama di Indonesia

Di Indonesia agama yang paling banyak dianut yaitu: agama Islam, Kristen (Protestan), Kristen (Katolik), Hindu, Buddha dan Konghucu. Sebelumnya, pemerintah Indonesia pernah melarang pemeluk Konghucu melaksanakan agamanya secara terbuka. Namun, melalui Keppress No. 6/2000, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut larangan tersebut. Tetapi sampai kini masih banyak penganut ajaran agama Konghucu yang mengalami diskriminasi dari pejabat-pejabat pemerintah. Ada juga penganut agama-agama lain, tetapi jumlahnya termasuk sedikit.

Tata Tertib Perkuliahan

  1. Berpakaian Rapi dan Sopan.
  2. Membawa Alkitab.
  3. Tidak terlambat lebih dari 30 menit.
  4. Saling menghargai perbedaan pendapat.
  5. Tidak menyalahkan kenyakinan atau kepercayaan yang ada.
  6. Tidak mengobrol atau menggunakan HP.