Narkoba Dalam Pandangan Kristiani

 Narkoba menurut Pandangan Alkitab

Jika kita baca seluruh isi Alkitab, maka kita tidak akan menemukan ayat yang menjelaskan secara gamblang tentang penyalahgunaan NARKOBA. Namun secara implisit kita bisa memahami bagaimana Tuhan melalui firman-Nya dalam Alkitab sangat murka terhadap masalah narkoba.

Referensi lain mencatat bahwa dalam terjemahan Inggris juga, tidak ditemukan ayat dalam Alkitab yang membicarakan secara jelas dan spesifik tentang penggunaan obat-obatan yang dapat menenangkan atau merangsang halusinasi pemakai, tetapi kita akan melihat bahwa kata dalam bahasa Yunani pharmakeia menunjuk kepada hal ini.

Selanjutnya Agama Kristen dikenal sebagai agama yang sangat menonjolkan cinta kasih. Karena itu, tidak mengherankan jika dalam sumber-sumber agama ini jarang kita dapati larangan-larangan dan ancaman-ancaman bagi yang melanggarnya. Namun demikian, agama Kristen Katolik dan Protestan juga memandang narkoba sebagai barang haram, sebab memang dalam narkoba itu terdapat unsur-unsur yang dapat merusak organ saraf.  Mari kitA baca ayat-ayat Alkitab berikut:

1 Korintus 10:31

Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

1 Korintus 6:19

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait h  Roh Kudus 1  yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Efesus 5:18

Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu (kata bahasa Yunani untuk “hawa nafsu” berarti “hidup yang disia-siakan, tidak bermoral; tidak bersusila, berfoya-foya”).

Efesus: 5:11

Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu,

Matius: 16:24

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya : “Setiap yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikuti Aku,

Ibrani: 12:2

Marilah kita melakukannya dengan mata tertuju kepada Yesus, yang memimpin dalam iman dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan…..,

Menyimak ayat-ayat di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa umat Kristiani dilarang melakukan perbuatan-perbuatan yang destruktif (merusak), termasuk yang di dalamnya adalah penyalahgunaan narkoba. Sebaliknya sebagai umat Kristiani, hendaknya mengikuti jejak Yesus. Adapun syarat untuk dapat selalu mengikuti jejak Yesus ini adalah keharusan menyangkal setiap ajakan hawa nafsu, salah satunya menyalahgunakan narkoba.

Ada juga firman-firman yang menyatakan bahwa kesulitan untuk meninggalkan narkoba adalah hidup dalam salib yang harus dipanggul setiap hari. Orang sudah kecanduan narkoba, akan terasa sangat berat untuk meninggalkannya. Dengan atau tanpa disadari, si pecandu narkoba telah meninggalkan kayu salibnya dan berjalan bersebrangan dengan Yesus. Karena telah sesat, maka para pecandu narkoba itu akan ditegur dan diingatkan Allah, sebagaimana dinyatakan dalam firman berikut :

Menurut Agama Islam, penggunaan narkoba sangat diharamkan. Kenapa? itu karena narkoba memiliki mudharat (daya rusak) yang sangat besar ketimbang manfaat yang didapatkan. Adapun yang dapat mengambil manfaat dari narkoba adalah kalangan medis, yaitu untuk menunjang upaya pengobatan pasien. Untuk kepentingan tersebut, Islam memperbolehkannya dengan alasan tidak menimbulkan kemudharatan bagi pasien yang diobati, bahkan sebaliknya bisa mempercepat proses penyembuhan.

Dalam pandangan Agama Hindu, penyalahgunaan narkoba termasuk dosa yang sangat besar. Agama Hindu juga memandang narkoba sebagai barang haram yang sangat dilarang untuk mengkonsumsinya. Narkoba juga dipandang sebagai penghalang bagi manusia untuk dekat dengan Tuhan.

Dalam ajaran Agama Budha, istilah narkoba disebutkan dengan beberapa istilah, diantaranya Sura (segala sesuatu yang dapat membuat nekat), Meraya (sesuatu yang membuat mabuk alias teler), Majja (sesuatu yang tak sadarkan diri seperti ganja dan morphin), Pamadatthama (sesuatu yang menjadi besar dari kelengahan). Dalam pandangan agama Budha sudah sangat jelas dijabarkan bahwa segala sesuatu yang dikonsumsi dan berpengaruh buruk terhadap fungsi akal manusia adalah tergolong narkoba, dan hukumnya adalah dilarang (haram). Menghindari bahan yang menjadi ketagihan dan memabukkan adalah kewajiban yang harus dijalani oleh umat Budha. Diantaranya obat bius, obat tidur, obat tenang, minuman keras, termasuk juga segala bentuk Narkotika, yang dapat menghancurkan konsentrasi atau meditasi agama.

Akhirnya, kita dapat menarik kesimpulan bahwa semua agama yang diakui di Indonesia melarang dengan tegas penggunaan narkoba. Sebagai umat Kristen kita harus banyak berdoa agar kita dapat menjaga tubuh kita dari pengaruh tersebut karena kita dituntut untuk mempersembahkan tubuh kita menjadi persembahan yang kudus.

Cara Hidup Sehat Versi Alkitab

Alkitab adalah kitab suci umat Kristiani. Kadang-kadang disebut pula dengan istilah Injil, meskipun sesungguhnya istilah itu sebenarnya hanya merujuk kepada empat dari 66 kitab, yaitu empat kitab pertama dalam Perjanjian Baru.

Seluruh aspek kehidupan kristiani mendapat tuntunan dari Allah melalui firman-Nya dalam Alkitab. Berikut ini ada beberapa cara agar hidup sehat versi Alkitab.

  1. Hati yang gembira.
  2. Pikirkan yang baik. Phil. 4 : 8 berkata : Jadi akhirnya saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua ayng adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan, dan patut dipuji pikirkanlah semuanya itu.
  3. Makanan yang sehat (halal). Ingat tubuhmu adalah kaabah Allah.
  4. Bekerja dan Istirahat yang seimbang. Allah bekerja menciptakan dunia ini selama enam hari dan satu hari yaitu pada hari yang ketujuh Allah berhenti (beristirahat). Bekerja lima hari dan istirahat dua hari bukanlah formula yang Tuhan ajarkan atau bekerja melebihi dari enam hari akan mengundang banyak penyakit karena tubuh kita akan kelelahan.
  5. Doa dan Ibadah yang benar. Bayak kemustahilan menurut akal seaht dapat diselesaikan dengan doa. Beribadah kepada Tuhan dengan benar dan tulus akan menghadirkan mujizat penyembuhan atau pemuliahn bagi tubuh kita. Kesaksian : Seorang anak Tuhan yang sudah difonis dokter umurnya tidak lebih dari satu tahun lagi karena menderita komplikasi penyakit dalam pada akhirnya Tuhan selamatkan hanya denagn rajin mengucapkan Doa Bapak Kami setiap hari dan berobat ke dokter. Tentu masih banyak kesaksian lain yang mungkin salah satunya adalah milik saudara.

Manfaat Alkitab
1.    Alkitab memulihkan hubungan kita dengan Allah (Mazmur 119:176).
Ketika firman Tuhan itu tertanam dalam hati kita, dan suatu kali kita tersesat, maka firman itulah yang akan membuat kita kembali kepada Tuhan.

2.    Alkitab membimbing langkah kita (Mazmur 119:105).

Firman Tuhan adalah pelita, sehingga ketika kita berjalan, firman Tuhan yang akan menerangi jalan kita.

3.    Alkitab memberikan sukacita dan damai sejahtera bagi kita (Mazmur 119:165).
Ketika kita mencintai firman Tuhan, yang artinya kita selalu membaca dan merenungkannya, maka ketentraman, sukacita dan damai sejahtera akan melingkupi hidup kita.

4.    Alkitab membuat kita bebas dari sengsara (Mazmur 119:92).

Kesengsaraan adalah suatu kondisi kehidupan yang tidak menyenangkan, karena didalamnya terdapat penderitaan dan banyak sekali permasalahan. Namun ketika firman Tuhan menjadi kegemaran kita, maka kita terbebas dari sengsara, yang artinya meski kita harus melewati jalan yang penuh kesengsaraan, kita akan keluar sebagai pemenang!
5.    Alkitab memberi hikmat kepada kita (Mazmur 119:99).

Setiap firman yang tertulis di dalam Alkitab mengandung hikmat yang luar biasa. Ketika kita terus merenungkanya, maka kita pun akan memperoleh hikmat, Tuhan akan memberikan kita hikmat. Renungkanlah selalu firman Tuhan dan ijinkan Roh Kudus untuk mengajar kita secara pribadi.

6.    Alkitab mendidik dan mengajar kita akan kebenaran (2 Timotius 3:16).

Firman Tuhan adalah manual book untuk kita sebagai anak – anak Tuhan. Manual book untuk apa? Mendidik dan mengajar kita akan kebenaran, sebagai anak Tuhan maka hidup kita harus mencerminkan kebenaran Tuhan, sehingga ketika orang melihat hidup kita, mereka melihat Tuhan dalam hidup kita.

 

Tentang Alkitab

Alkitab adalah Buku Suci utama Agama Kristen. Buku-buku rohani lainnya adalah sebagai pendukung. Artinya otoritas kebenaran Alkitab di atas segala buku-buku lain. Alkitab artinya kumpulan kitab-kitab (buku). Alkitab terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjiaqn Baru.

  1. Perjanjian Lama ditulis dalam Bahasa Ibrani terdiri dari 39 Buku mulai dari Kitab Kejadian sampai Kitab Maleaki.
  2. Perjanjian Baru ditulis dalam Bahasa Yunani terdiri dari  27 Buku mulai dari Kitab Injil Matius sampai Kitab Wahyu.

catatan : Kitab Perjanjian Lama merupakan gambaran, nubuatan pemberitahuan akan datangnya Mesias – Yesus sedangkan Kitab Perjanjian Baru merupakan perwujudan kedatangan Mesias. Olehkarenanya, tidak benar kalau ada pandangan yang mengatakan bahwa Alkitab adalah hanya Perjanjian Lama atau Baru karena kedua-duanya tidak dapat dipisahkan. Kitab Perjanjian Baru tudak akan pernah ada jika tidak ada Buku Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Lama tidak akan sempurna kebenaran yang terkandung di dalamnya jika tidak ada Kitab Perjanjian Baru.

Keakuratan Sejarah Alkitab

Setiap buku yang mengklaim mencatat rangkaian peristiwa sejarah yang dapat dipercaya harus menjalani ujian keakuratan mengenai pokok bahasan, waktu, adat istiadat, tempat dan tokoh-tokohnya. Meskipun Alkitab menyampaikan kebenaran rohani, bukan berarti ujian keakuratan sejarah tidak perlu dikenakan kepadanya. Alkitab siap menghadapi ujian ini walaupun ditulis oleh lebih dari 50 penulis dari berbagai macam latar belakang budaya dalam jangka waktu lebih dari 1500 tahun. Jika catatan penulis Alkitab terbukti tidak sesuai dengan fakta sejarah maka kebenaran rohani yang Alkitab ajarkan pun patut dipertanyakan. Akan tetapi, jika catatan penulis Alkitab sesuai dengan fakta sejarah maka ajaran Alkitab pun layak diterima kesahihannya.

Catatan Alkitab terus-menerus menghadapi berbagai ujian berkaitan dengan keakuratan sejarahnya. Orang-orang skeptis dan para arkeolog kerap mempertanyakan hal itu. Namun demikian, Alkitab terbukti memiliki keakuratan sejarah yang unik dan tidak tertandingi oleh kitab-kitab keagamaan lainnya.

Marilah kita terlebih dahulu membahas beberapa contoh arkeologis awal tentang ujian Alkitab dan kesimpulan ilmiah yang dihasilkannya. Sebagai contoh, pada abad kesembilan belas orang-orang skeptis dan para arkeolog menuduh Alkitab membuat pernyataan fiktif ketika menyebutkan bangsa Het karena tak ada satu pun bukti di luar Alkitab tentang bangsa itu. Tetapi setelah tahun 1906, penggalian di Hattushash – yang terbukti sebagai ibukota bangsa Het – mengubah apa yang semula dianggap mitos sebagai kenyataan sejarah yang akurat. Arkeologi mengungkapkan bahwa bangsa Het pemah muncul sebagai bangsa yang kuat. Penggalian tersebut mengesahkan sepenuhnya catatan Alkitab. Sebuah loh batu dari Mesir mencatat pertempuran sengit antara Ramses II dan bangsa Het di Kadesy di Sungai Orontes. Catatan Alkitab terbukti sebagai sejarah yang akurat.

Ilmuwan semula menuduh catatan Alkitab tentang Belsyazar sebagai catatan yang salah karena tidak ada catatan selain Alkitab yang menyebutkan raja ini. Akan tetapi, pada tahun 1853 para arkeolog menemukan sebuah prasasti di Ur yang memperkuat catatan Alkitab. Prasasti itu menunjukkan bahwa Belsyazar memerintah dengan ayahnya Nabonides. Arkeologi terus menguatkan catatan Alkitab. Dr. J.O. Kinnaman menegaskan keakuratan sejarah Alkitab yang menakjubkan ini dengan mengatakan, “Dan ratusan ribu benda purbakala yang ditemukan oleh para arkeolog. tak satu pun yang berlawanan atau menyangkal satu kata, frasa, klausa atau kalimat dalam Alkitab, namun justru selalu menguatkan dan membuktikan fakta catatan Alkitab.”

Dr. Nelson Glueck, arkeolog Yahudi yang terkenal pada abad kedua puluh, menegaskan keakuratan Alkitab dalam bukunya River in the Desert, dengan mengatakan, “Dapat dikatakan secara tegas bahwa tidak ada penemuan arkeologi yang berlawanan dengan acuan Alkitab. Sekian banyak penemuan arkeologi yang ada meneguhkan, baik secara garis besar maupun secara terperinci, pernyataan historis dalam Alkitab.”

 

Jumlah Pemeluk Agama dan Kepercayaan di Dunia

Jumlah Pemeluk Agama dan Kepercayaan di Dunia

Agama dan kepercayaan yang dicantumkan di bawah ini merupakan agama dan kepercayaan dengan jumlah pemeluk yang signifikan. Beberapa komunitas di berbagai belahan dunia juga memeluk berbagai aliran kepercayaan yang dianggap sebagai golongan minoritas dan termasuk di dalam daftar berikut. Beberapa agama dan kepercayaan dengan jumlah pemeluk yang besar antara lain:

a.     Kekristenan  berjumlah  2,000 – 2,200 miliar.

b.     Islam  berjumlah 1,570 – 1,650 miliar.

c.      Non-Adherent (Sekular/Ateis/Tidak Beragama/Agnostik)  berjumlah 1,1 miliar.

d.     Hinduisme  berjumlah  828 juta – 1 miliar beberapa aliran kepercayaan seperti Ayyavazhi dan Kaharingan diakui sebagai bagian dari Hinduisme.

e.      Buddhisme berjumlah 450 juta – 1 miliar.

f.       Kepercayaan tradisional (di Afrika, Amerika, Asia)  berjumlah 400 – 500 juta.

g.     Kepercayaan tradisional Tionghoa  berjumlah 400 – 500 juta

h.     Taoisme dan Khonghucu Sikhisme  berjumlah 23 juta

i.       Yudaisme (agama Yahudi) berjumlah 14 juta

j.       Jainisme berjumlah 8 – 12 juta,

k.     Beberapa komunitas Jaina dianggap suatu sekte Hinduisme , Baha  berjumlah 7,6 – 7,9 juta, Shinto  berjumlah 27 – 65 juta (banyak orang Jepang yang memeluk agama Shinto dan Buddha sekaligus),

l.       Cao Dai berjumlah 1 – 3 juta,

m.  Spiritisme berjumlah 2,5 juta.

n.     Tenrikyo berjumlah 2 juta

o.     Neo-Paganisme berjumlah 1 juta meliputi Druid, Wicca, Magick, Asatru, Agama Asli Suku Indian, dll.

p.    Gerakan Rastafari berjumlah 700 ribu

q.     Unitarian Universalisme berjumlah 630 ribu

r.      Zoroastrianisme (Majusi) berjumlah 145 – 210 ribu

Adapaun jenis Agama yang diakui di Indonesia adalah :

  • Agama Islam
  • Protestan.
  • Katolik
  • Hindu
  • Budda
  • Konghucu

Daftar Kitab Suci

–          Empat Kitab: Kitab Ajaran Besar, Kitab Tengah Sempurna, Kitab Sabda Suci, dan Kitab Meng Zi

–          Lima Sutra: Kitab Sanjak, Kitab Hikayat, Kitab Perubahan, Kitab Kesusilaan, dan Kitab Chun Qiu

–          Kitab Bakti

 

 

Cara Memeluk Agama

Ada beberapa cara memeluk agama.

1.    Tradisional, yaitu cara beragama berdasar tradisi. Cara ini mengikuti cara beragamanya nenek moyang, leluhur atau orang-orang dari angkatan sebelumnya. Pada umumnya kuat dalam beragama, sulit menerima hal-hal keagamaan yang baru atau pembaharuan. Apalagi bertukar agama, bahkan tidak ada minat. Dengan demikian kurang dalam meningkatkan ilmu amal keagamaanya.

2.    Formal, yaitu cara beragama berdasarkan formalitas yang berlaku di lingkungannya atau masyarakatnya. Cara ini biasanya mengikuti cara beragamanya orang yang berkedudukan tinggi atau punya pengaruh. Pada umumnya tidak kuat dalam beragama. Mudah mengubah cara beragamanya jika berpindah lingkungan atau masyarakat yang berbeda dengan cara beragamnya. Mudah bertukar agama jika memasuki lingkungan atau masyarakat yang lain agamanya. Mereka ada minat meningkatkan ilmu dan amal keagamaannya akan tetapi hanya mengenai hal-hal yang mudah dan nampak dalam lingkungan masyarakatnya.

3.    Rasional, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan rasio sebisanya. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan pengetahuan, ilmu dan pengamalannya. Mereka bisa berasal dari orang yang beragama secara tradisional atau formal, bahkan orang tidak beragama sekalipun.

4.    Metode Pendahulu, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan akal dan hati (perasaan) dibawah wahyu. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan ilmu, pengamalan dan penyebaran (dakwah). Mereka selalu mencari ilmu dulu kepada orang yang dianggap ahlinya dalam ilmu agama yang memegang teguh ajaran asli yang dibawa oleh utusan dari Sesembahannya semisal Nabi atau Rasul sebelum mereka mengamalkan, mendakwahkan dan bersabar (berpegang teguh) dengan itu semua.

Unsur-unsur Agama

Menurut Leight, Keller dan Calhoun, agama terdiri dari beberapa unsur pokok:

  • Kepercayaan agama, yakni suatu prinsip yang dianggap benar tanpa ada keraguan lagi
  • Simbol agama, yakni identitas agama yang dianut umatnya.
  • Praktik keagamaan, yakni hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan-Nya, dan hubungan horizontal atau hubungan antarumat beragama sesuai dengan ajaran agama
  • Pengalaman keagamaan, yakni berbagai bentuk pengalaman keagamaan yang dialami oleh penganut-penganut secara pribadi.
  • Umat beragama, yakni penganut masing-masing agama

Fungsi

  • Sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok
  • Mengatur tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia.
  • Merupakan tuntutan tentang prinsip benar atau salah
  • Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan
  • Pedoman perasaan keyakinan
  • Pedoman keberadaan
  • Pengungkapan estetika (keindahan)
  • Pedoman rekreasi dan hiburan
  • Memberikan identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agama.

 

Pengertian Agama

WILLIAM JAMES (teolog dan psikolog) berpendapat::

Sesungguhnya, adalah tidak  mudah untuk mendefinisikan AGAMA. Mengapa? Olehkarena agama mengambil beberapa bentuk yang bermacam-macam diantara suku-suku dan bangsa-bangsa di dunia. Watak agama adalah suatu subyek yang luas dan kompleks yang hanya dapat ditinjau dari pandangan yang bermacam-macam. Akibatnya, terdapat keanekaragaman teori tentang watak agama seperti teori antropologi, sosiologi, psikologi, naturalis dan teori kealaman. Sebagai akibat dari keadaan tersebut, maka kita tidak akan menemukan satu definisi agama yang dapat diterima secara universal.

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur; (1) tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa, (2) tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Pengertian agama yang berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti kata a (berarti tidak) dan gama (berarti kacau). Kedua kata dihubungkan sesuatu yang tidak kacau /teratur. Bahwa fungsi agama dalam pengertian ini memelihara integritas dari seorang atau sekelompok orang untuk melakukan hubungannya dengan Tuhan, sesamanya, dan agar alam sekitarnya tidak terjadi kekacau.

Menurut Hinduisme, agama sebagai kata benda yang berfungsi memelihara integritas dari seorang atau kelompok orang dengan 1) realitas tertinggi, 2) dengan sesama manusia dan 3) alam sekitarnya.

Dalam kitab Upadeca tentang “Ajaran-ajaran Agama Hindu”, disebutkan bahwa “agama” tersusun dari kata “a” yang berarti “tidak” dan “gam” yang berarti “jalan”. Dalam bentuk harfiah, “agama” berarti “tetap di tempat, langgeng, abadi, diwariskan secara terus-menerus dari generasi ke generasi” (Sukardji, 1993: 26-27).

Webster New 20th Century Dictionary mengungkapkan bahwa definisi “religion” adalah “the system of rules of conduct and law of action based upon the recognition of belief in, and reverence for human power of supreme authority”. Batasan itu menggambarkan bahwa “religion” adalah suatu sistem peraturan-peraturan dari kegiatan yang semuanya itu didasarkan pada adanya kepercayaan dan pegangan pada kekuatan yang Mahakuasa dan norma perilaku manusia yang didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang ditetapkan Tuhan (Sukardji, 1993: 33)

Sumber Agama

Sumber terjadinya agama terdapat dua katagori, pada umumnya agama Samawi dari langit, agama yang diperoleh melalui Wahyu Ilahi antara lain Islam, Kristen dan Yahudi.—-dan agama Wad’i atau agama bumi yang juga sering disebut sebagai agama budaya yang diperoleh berdasarkan kekuatan pikiran atau akal budi manusia antara lain Hindu, Buddha, Tao, Khonghucu dan berbagai aliran keagamaan lain atau kepercayaan.

Mengapa harus memeluk agama?

Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannnya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa diluar dirinya. Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri. Misal Tuhan, Dewa, God, Syang-ti, Kami-Sama dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya saja seperti Yang Maha Kuasa, Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige, dan lain-lain.

Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri, yaitu:

  • menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan
  • menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal dari Tuhan

Dengan demikian diperoleh keterangan yang jelas, bahwa agama itu penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama.