Perumpamaan – Perumpamaan Yesus

Yesus dalam memberikan pengajaran kepada orang banyak seringkali menggunakan perumpamaan. Namun, perumpamaan hanya diberiakn kepada kelompok tertentu yang notabene memiliki kemampun inteligensia di atas rata-rata. Selanjutnya, pesan atau makna yang tersirat dalam perumpamaan itu sendiri harus disimak dengan teliti agar dapat dipahami. Itu sebabnya, sering kali perumpamaan itu tidak dapat dipahami mereka pada saat Yesus memberikannya.

Perumpamaan adalah sesuatu analogi yang bisa diamati di alam semesta dan dijadikan kiasan untuk meyampaikan makna tertentu secara tidak langsung. Dalam Alkitab terdapat banyak perumpamaan, antara lain: Amsal-Amsal dari Salomo dan Ayub. Ini merupakan metode pengajaran yang sangat digemari dan efektif bagi orang Yahudi dan bangsa-bangsa Timur bahkan sampai era sekarang ini perumpamaan-perumpamaan tersebut masih relevan. Yesus dalam misi penyelamatan menggunakan lebih dari 50 perumpamaan.

Perumpamaan Yesus adalah perumpamaan (analogi) yang diajarkan kepada murid-muridnya dan juga kepada orang-orang tertentu. Kisah-kisah perumpamaan ini terdapat dalam semua kitab Injil: Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Kitab Matius memuat perumpamaan dengan jumlah yang terbanyak.

Perumpamaan-perumpamaan Yesus ini cukup sederhana dan cukup mudah untuk diingat. Oleh karena itu, untuk kurun waktu yang sangat lama, perumpamaan-perumpamaan tersebut tersebut masih dapat diceritakan dari mulut ke mulut, sebelum akhirnya menjadi bentuk tertulis, bertahun-tahun setelah wafatnya Yesus. Salah satu sifat perumpamaan adalah penggambaran secara sepintas sebuah cerita yang sederhana dan lugas, namun memiliki makna yang jauh lebih dalam jika direnungkan lebih jauh.

  Perumpamaan domba yang hilang (Lukas 15:3-7)

  Perumpamaan tentang dirham yang hilang (Lukas 15:8-10)

  Perumpamaan tentang anak yang hilang (Lukas 15:11-32)

  • Perumpamaan tentang mutiara yang berharga adalah sebuah perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya. Kisah ini tercantum di dalam Matius 13:45-46. Perumpamaan ini merupakan salah satu perumpamaan terpendek yang digunakan Tuhan Yesus.
  • Perumpamaan Tentang Domba Yang Hilang. Perumpamaan ini menceritakan tentang seorang gembala domba yang memiliki seratus ekor domba. Pada suatu hari salah seekor dombanya hilang, dan ia meninggalkan domba yang lainnya di pegunungan dan mencari seekor yang tersesat. Diceritakan bahwa ketika gembala tersebut menemukan domba yang hilang, maka kegembiraannya atas seekor domba itu lebih dari 99 ekor domba yang tidak sesat.
  • Domba merupakan lambang yang sangat sering dijumpai di dalam Alkitab sejak zaman sebelum Daud, gembala domba yang menjadi raja Israel (lihat Mazmur 23). Domba adalah binatang yang sangat bodoh yang tidak mampu mencari makan/minum sendiri tanpa tuntunan gembalanya, apalagi melindungi dirinya. Domba merupakan perlambangan dari manusia. Domba yang sesat/hilang melambangkan manusia yang berdosa/kehilangan kemuliaan Allah, sedangkan domba yang tidak sesat melambangkan orang yang benar, yaitu mereka yang telah percaya kepada Yesus, bertobat dari dosanya, dan kembali ke jalan yang benar. Setiap orang Kristen dilambangkan dengan seekor domba.
  • Gembala domba, di sisi lain, adalah orang yang mencukupi kebutuhan domba-dombanya, melindungi mereka dari serangan binatang buas, mengobati mereka yang terluka, dan menuntun mereka ke mana-mana. Sang Gembala Agung menunjuk pada sosok Yesus, dan titel ‘gembala manusia’ diteruskan hingga kini untuk menyebut seorang pendeta Kristen, yaitu gembala sidang.

Masih banyak perumpamaan yang dicatat dalam Kitab Injil, al

  1. Perumpamaan lalang dan gandum
  2. Perumpamaan biji sesawi
  3. Perumpamaan seorang penabur
  4. Perumpamaan tentang talenta
  5. Perumpamaan tentang pohon ara
  6. Perumpamaan tentang Terang dan Garam
  7. Perumpamaan tentang 10 anak dara
  8. dll

Mijizat – Mujizat Yang Dibuat Yesus

Adalah benar bahwa Alkitab tidak mencatat berapa banyak mujizat yang pernah dilakukan Yesus ketika masih berada di dunia dalam misi utama yaitu memulihkan hubungan manusia dengan Allah agar memperoleh jalan keselamatan. Jelas bahwa apa saja yang dilakukan Yesus selam lebih kurang 33 tahun di dunia semata-mata hanya untuk kepentingan keselamatan orang berdosa.

Terkait dengan mujizat, perlu kita memahami bahwa ketika Yesus berada di dunia, Dia 100 % Allah dan 100 % manusia. Maka ketika Dia melakukan mujizat tentu Dia sebagai Allah. Hal lain yang perlu kita ketahui adalah bahwa apabila Dia melakukan mujizat tidak pernah bertujuan untuk kepentingan-Nya, melainkan demi kepentingan orang banyak. Sayangnya, acapkali mijizat yang dilakukan tidak menobatkan orang banyak. Mereka terheran-heran namun pengajaran Yesus tidak mereka pahami dan membawa perubahan rohani.

Ada catatan lain yang perlu diketahui bahwa dari mujizat-mujizat yang Yesus lakukan, maka kita dapat memetik banyak pelajaran rohani yang relevan dengan kehidupan sekarang. Berikut ini akan kita bahas mujizat pertama yang dilakukan oleh Yesus. Mujizat tersebut dicatat dalam Injil Yohanes 2 : 1 – 11. Bagaimaka kronologisnya?

  1. Yesus, murid dan Ibu-Nya Maria diundang untuk menghadiri pesta perkawinan di kota Kana.
  2. Pada waktu itu Yesus belum dibabtis dan belum saanya untuk melakukan misi utama penyelamatan.
  3. Pada pertengahan acara pesta muncul masalah yaitu kekurangan air minun (anggur). Tuan rumah merasa malu dan tidak bisa berbuat apa.
  4. Maria mendengar masalah tersebut dan segera mengambil inisiatif menghampiri Yeus agar bersedia melakukan mijizat.
  5. Akhirnya mujizat terjadi setelah beberapa tempayan berisi air biasa berubah rasa nebjadi abggur dengan rasa istimewa.

Pelajaran Penting

  • Tuhan adalah sumber segala berkat
  • Tuhan Selalu Memberikan Yang Terbaik
  • Berkat Tuhan Itu Cukup Bahkan Lebih
  • Bagian Kita Adalah memberikan Yang Terbaik    Lebih Dahulu Kepada Tuhan

Mujizat lain adalah ketika Yesus memberi makan 5000 orang lebih denagn 5 ketul roti dan 2 ekor ikan. Bahkan diakhir kisah tersebut dikatakan masih sisa 12 bakul (Keranjang)

Salah satu mujizat yang paling luar biasa adalah ketika Lazarus yang sudah meninggal selama 4 hari, sudah bau busuk akhirnya dibangkitkan kembali oleh kuasa Yesus. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus telah memegang kuasa kematian atau maut. Yesus mengajarkan bahwa mati artinya tidur. Tidur berarti akan ada saat bangkit. Lalu Dia berkata : berbahagialah orang yang mati karena kebenaran. Pada ayat lain Yesus berkata : Akulah jalan kebenaran dan hidup, tidak seorangpun bisa masuk surga tanpa percaya kepadanya.

Marilah kita berdoa agar mijizat Tuhan semakin nyata dalam menyelesaikan segala perkara yang kita hadapi setiap hari khususnya perkara-perkara yang berkaitan dengan keselamatan.

MUJIZAT

Pandangan Tentang Mujizat

Apakah Anda percaya dengan mujizat? Mujizat adalah sebuah kata yang menggetarkan banyak hati manusia. Di kalangan kekristenan, paling tidak ada tiga pandangan yang berbeda. Pandangan pertama oleh kaum liberal. Mereka tidak percaya mujizat terjadi di Alkitab dan di dunia. Bagi mereka semua peristiwa supra-natural di Alkitab hanyalah sekedar dongeng atau mitos belaka. Pandangan kedua, mereka mempercayai mujizat benar terjadi di Alkitab. Dulu pernah terjadi, tetapi setelah kedatangan Roh Kudus pada Pentakosta, mujizat sudah berhenti. Pandangan ketiga percaya bahwa mujizat pernah terjadi dan masih terjadi hari ini sampai akhir sejarah dunia.
Pengertian Mujizat
Mujizat adalah kejadian yang terjadi di luar kodrat alam karena efeknya melampaui kekuatan / kemampuan mahluk ciptaan. Oleh karena efeknya yang melampaui kekuatan kodrati maka mujizat disebut sebagai suatu hal yang adikodrati, yang melibatkan adanya campur tangan Ilahi.
CARA TUHAN MELAKUKAN MUKJIZAT
• Langsung oleh Tuhan. Tuhan langsung melakukan mujizat. Contoh yang paling mudah adalah mujizat yang dilakukan oleh Yesus ketika Dia berada di Dunia.
• Melalui perantara (Malaikat, Manusia). Artinya Tuhan menggunakan manusia atau malaikat sebagai perantara untuk melakukan mujizat-Nya. Contohnya : Musa, Petrus, Elia, Daud, dll.

Aliran – Aliran Dalam Agama Kristen

Penjelasan Singkat

Pada tahun 1992, data statistik yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Kristen) Protestan – Departemen Agama RI menunjukkan ada kira-kira 275 organisasi gereja Kristen Protestan dan ada 400-an yayasan Kristen Protestan baik yang sudah memperoleh Surat Keputusan Pendaftaran sesuai dengan UU No 8/1985 maupun yang belum. Jadi jumlah seluruhnya mencapai 700. Pada tahun 1990, jumlah pengikutnya diperkirakan sekitar 15 juta jiwa dari 180 juta jiwa penduduk Indonesia.

Pada tahun 1989, telah terbit surat edaran Direktur Jenderal Bimas (Kristen) Protestan yang menghimbau agar tidak ada lagi organisasi gereja yang baru. Namun karena tidak dilandasi kekuatan hukum yang kuat, maka sampai sekarang jumlah di atas terus meningkat.

Asal-usul

Sebenarnya, gereja atau kekristenan adalah wujud keagamaan yang berasal dari luar negeri, sama dengan agama-agama besar lainnya di Indonesia. Olehkarenanya, organisasi dan aliran yang ada mempunyai akar atau sumber dari luar khususnya Eropa Barat dan Amerika Serikat dalam bentuk pengiriman missionaris-missionaris. Lebih jauh lagi nama-nama aliran tersebut juga banyak menggunakan Bahasa Asing, seperti : Adventis, Anglican, Baptis, Bethel, Kharismatik, Lutheran, Metodis, Pentakosta dll.

Beberapa Aliran Yang Ada di Indonesia

1. Aliran Lutheran

Di kalangan umat Kristen, nama Luther sangat terkenal. Aliran Lutheran mengadopsi nama reformis ini menjadi suatu aliran kekristenan yang walaupun dia sendiri dalam tulisannya meminta agar tidak menggunakannya.. Aliran ini sangat berpegang pada ajaran Luther. Catatan lain menjelaskan bahwa di kalangan gereja Protestsan, denominasi ini tergolong yang tertua dan mungkin memiliki paling banyak pengikutnya berjumlah 60 juta jiwa. Pengikut tersebut tersebar hampir di 100 negara dan 5 benua. Di Indonesia paling tidak ada 8 organisasi yang menyebut dirinya termasuk Aliran Lutheran, al: Huria Kristen Batak Protestan, Gereja kristen Protestan Simalungun, Gereja Batak Karo Protestan, Gereja Kristen Protestan Indonesia, Huria Kristen Indonesia, Gereja Kristen Luther Indonesia, Gereja Kristen Protestan Angkola dan Gereja Kristen Protestan Mentawai. Lebih jauh disebutkan bahwa pengaruh ajaran Luther sangat terasa di semua aliran protestan lainnya.

Pokok ajaran

  • Alkitab menjadi sumber utama Firman
  • Sakramen (Baptisan dan Perjamuan Kudus)
  • Keselamatan hanya diperoleh berdasarkan karunia dan iman.
  • Pengampunan dosa hanya melalui pengorbanan Kristus.
  • Pengorbanan Kristus di kayu salip membawa keselamatan.
  • Tidak ada pemisahan dalam hierarki keimamatan (Imam besar & Imam Kecil)
  • Dalam peribadatan nyanyian dan musik memegang peran penting.
  • Menyampaikan firman dengan menggunakan bahasa setempat dan mudah dimengerti.

 

 

Beberapa Aliran Sesat

Aliran – Aliran Dalam Agama Kristen

Beberapa Aliran Sesat

Firman Tuhan telah mengamarkan bahwa pada akhir Zaman akan muncul nabi-nabi palsu, ajaran sesat, dan anti-Kristus yang kesemuanya melahirkan aliran-aliran sesat. Sekilas ajaran-ajaran yang mereka ajarkan terlihat benar namun pada akhirnya menyimpang dari kebenaran Alkitab. Umat Tuhan harus rajin mempelajari Alkitab agar berbagai bentuk pengajaran palsu tidak akan menyeret mereka dari kandang kebenaran. Aliran-aliran sesat itu sendiri dikenal dengan istilah lain yaitu BIDAT atau KRISTEN SESAT.

Sejarah Gereja telah mencatat berbagai macam bentuk ajaran sesat yang hadir dan mencoba mempengaruhi kehidupan gereja sudah ada sejak abad permulaan. Pada masa sekarang ini, ternyata beberapa ajaran tersebut tetap eksis namun dengan tampilan luar yang sama sekali baru. Alibatnya, jika tidak waspada maka kita akan terjebak dan masuk ke dalamnya.

CIRI – CIRI BIDAT ATAU “KRISTEN” SESAT :

  1. MENGHADIRKAN KEBENARAN BARU ATAU WAHYU BARU, YANG MENGGANTI KEBENARAN ATAU WAHYU SEBELUMNYA.
  2. MENGHADIRKAN PENAFSIRAN BARU.
  3. MENGHADIRKAN SUMBER OTORITAS TERTULIS BARU, SELAIN ALKITAB.
  4. MENGGAMBARKAN “YESUS” YANG LAIN.
  5. MEMAKAI ISTILAH ALKITAB DENGAN MAKNA NON-ALKITABIAH.
  6. MENGHADIRKAN DOKTRIN BARU DAN ATAU PENGAKUAN BARU.
  7. MEMBUAT KEPALSUAN-KEPALSUAN.
  8. MENGKULTUSKAN PIMPINAN.
  9. TIDAK BERTAHAN LAMA.

Bagaimanakah kita dapat melihat dan memahami sebuah ajaran tertentu yang dikatakan sesat/ bidat, padahal ajaran ini pun menggunakan Alkitab sebagai dasar dari pengajaran mereka. Bagaimanakah pandangan dan pemahaman mereka tentang Tritunggal, dosa dan keselamatan? Beberapa diantaranya dijelaskan sebagai berikut:

SAKSI YEHOVAH

  • Pemimpin bidat ini bernama Charles Tase Russel yang menyebarkan doktrinnya pada tahun 1872.
  • Saksi Yehovah sangat menitikberatkan pekerjaan literatur. Buku, majalah “Menara Pengawal” dan “Sadarlah” dijual dengan harga relatif murah dan mempunyai daya tarik.
  • Saksi Yehovah tidak percaya Allah Tritunggal dan juga tidak percaya kemaha-hadiran Allah. Mereka tidak mengakui Yesus Kristus dan Roh Kudus adalah Allah.
  • Tentang keselamatan yang terdapat di dalam Yesus Kristus tidak memberi hidup yang kekal. Kematian Yesus Kristus di kayu salib tidak dapat menebus dosa umat manusia, tetapi hanya menebus dosa  Adam saja.
  • Tentang hari kiamat, mereka mengira bahwa kedatangan Yesus yang ke-2 kalinya dapat diketahui dengan cara menghitung. Sebab itu mereka meramal bahwa dunia akan kiamat pada tahun 1874, tetapi hal itu tidak terjadi. Kemudian mereka meralatnya menjadi tahun 1914, 1918, 1920, 1925, 1972 dan terakhir 1999, dan seterusnya.

MORMON

  • Gerakan ini menyebut diri sebagai “Gereja Orang-orang Kudus pada Akhir Zaman” (Church of Latter Day Saints). Didirikan pada tahun 1830 oleh Joseph Smith dari Amerika.
  • Menurut mereka Allah itu adalah superman, mempunyai badan, dapat dilihat dan diraba tetapi mempunyai kekuatan luar biasa. Allah itu adalah Adam yang sudah dipermuliakan.
  • Yesus adalah Lucifer yang dilahirkan karena hubungan antara Allah (Adam yang sudah dipermuliakan) dengan Maria. Yesus di Kana menikah dengan Marta dan Mariam sehingga dapat melihat keturunannya sebelum disalibkan (Yes. 53:10).
  • Joseph Smith adalah keturunan dari Tuhan Yesus.
  • Menurut mereka, Roh Kudus itu semacam benda yang kekal keberadaannya yang disalurkan dari atas dan menyebar ke berbagai tempat. Roh Kudus dapat dikaruniakan kepada seseorang melalui upacara-upacara yang dipimpin oleh pendeta Mormon. Roh Kudus tidak dapat hadir lebih dari satu tempat.
  • Tentang keselamatan, kematian Yesus tidak dapat menyelamatkan orang lain, tetapi hanya Adam saja. Keselamatan hanya diperoleh melalui ketaatan pada peraturan-peraturan, sakramen-sakramen dari Mormon dan perbuatan baik.
  • Babtisan yang dilaksanakan pendeta Mormon dapat menghapus dosa. Dengan kata lain baptisan merupakan syarat mutlak  untuk mendapat keselamatan.  Orang yang sudah meninggal bisa diselamatkan yaitu dengan cara anak famili mereka yang masih hidup, dapat menggantikan mereka untuk dibaptis.
  • Mormon mengajarkan praktek poligami dan berpendapat hubungan suami istri tidak terbatas hanya di dunia ini, tetapi juga sampai di akhirat.
  • Mormon memiliki 3 buku ysng mempunyai otoritas: Kitab Mormon (The Book Mormon), Doktrin dan Perjanjian (Doctrin and Covenants) dan Mutiara yang bernilai (Pearl of Great Price).

 CHILDREN OF GOD

  • Pendirinya adalah David Brant Berg, yang pada tahun 1978, aliran ini menyebut dirinya “Family of Love”.
  • Senjata yang paling ampuh untuk mengembangkan dan menarik orang menjadi anggota adalah seks.
  • Aliran ini tidak menerima ajaran Tritunggal, karena menurut mereka istilah ini tidak terdapat dalam Alkitab. Mereka menganggap Allah yang dipercayai adalah Allah yang seksi (Sexy God).
  • Mereka menyamakan kebenaran keselamatan di atas kayu salib dengan hubungan seks. Menurut mereka keselamatan adalah kebenaran dari kutuk pakaian dan rasa malu bertelanjang. Dengan melampiaskan nafsu seks untuk mencapai penyerahan roh yang total kepada Allah.

Christian Science

  • Pendirinya seorang wanita yang bernama Mary Baker Eddy.
  • Mereka membedakan antara Yesus dengan Kristus. Kristus bersifat kekal sedangkan Yesus hanya khayalan saja. Mereka menyangkal kemanusiaan Yesus Kristus dan juga menyangkal keilahian Yesus Kristus dengan menyatakan Yesus bukan Allah.
  • Roh Kudus atau Roh Penghibur adalah Christian Science.
  • Pengorbanan Yesus tidak ada gunanya, tidak dapat menebus dosa.
  • Sorga bukan menunjukkan satu tempat, tetapi suatu keadaan yang berada dalam bumi. Neraka hanya merupakan konsep pemikiran manusia yang biasa yang akan menambah kerisauan dan kesusahan hati manusia

Hanya dengan pertolongan kuasa Roh Kudus disertai ketekunan kita belajar dan menggali kebenaran Alkitab yang dapat menopang kita agar terhindar dari pengarauh aliran-aliran palsu. Mengapa? Sepintas, doktrin yang mereka anut sangat masuk akal dan memberikan kepuasan semenatara namun keselamatan tidak kita dapati di sana. Sang Mesias tidak ditinggikan dan dimuliakan dalam ajaranya. Tidak ada yang bisa memastikan bahwa aliran baru tidak akan muncul lagi, namun hendaklah kamu memiliki himat untuk dapat membedakan mana ajaran yang membawa keselamatan dan sesuai dengan Alkitab dan mana yang membawa kepada kebinasaan.

Tentang Yesus

TENTANG YESUS

Yesusu adalah inti dari semua isi Alkitab. Kitab Perjanjian Lama mengacu pada nubuatan, gambaran tentang akan lairnya Sang Juruselamat yaitu Yesus Kristus sedangkan Kitab Perjanjian Baru adalah kegenapan dari semau nubuatan sebelumnya. Itu sebabnya, Agama Kristen itu berarti Agama yang mempercayai dan mengikuti ajaran Yesus. Dalam pembahasan kali ini, kita belajar mengenal lebih dalam tentang kepribadian yesus. Coba perhatikan ayat-ayat berikut:

Mikha 5:2-3: Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.

Yesaya 7:14: Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda (=yang belum menikah) mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Catatan Sejarah

  1. Alkitab tidak mencatat dengan jelas tahun berapa Yesus dilahirkan. Akan tetapi para ahli teologia berdasarkan bukti-bukti sejarah telah menyepakati tentang kelahiran Yesus diperkirakan antara tahun 11 – 4 Sebelum Masehi – Masehi artinya Yesus Kristus. .
  2. Silsilah keluarga Yesus dari Ayah dan Ibunya terdapat dalam Kiatab Perjanjian Baru dalam Injil  MAT.1:18-25; LUK.2:1-7.
  3. Tempat dimana YESUS lahir adalah  kota Betlehem MAT 1:18-25; LUK 2:1-7.
  4.  Yesus bertumbuh sebagai anak Tukang kayu di  NAZARET – Luk. 2 : 51 – 52.
  5. Ketika Dia berumur 8 hari Yesus disunat – Luk 2 : 21. Sekarang umat Kristiani mayoritas tidak disunat walaupun ada dengan alasan kesehatan. Mengapa? Perhatikan Ayat berikut : “SEBAB BERSUNAT ATAU TIDAK BERSUNAT TIDAK PENTING. YANG PENTING IALAH MENTAATI HUKUM-HUKUM ALLAH.” (1 KOR 7:19). Catatan lain menyebutkan bahwa sunat adalah tradisi bagi Bangsa Yahudi yang dimulai sejak Abraham. Dengan kata lain sunat bukan ajaran atau doktrin.
  6. USIA 40 HARI DIBAWA KE BAIT ALLAH DI YERUSALEM UNTUK DISERAHKAN KEPADA TUHAN – (LUKAS 2:22-40)
  7. Yesus dbabtis di Sungai Yordan. Diperkirakan ketika Dia berusia 30 atau 31 tahun. Yohanes Pembabtis lah yang melakukan babtisan sakral tersebut sebagai persiapan untuk pelanyanan missi utama mengapa Dia  harus daltang ke dunia.  Mat 3 : 13 – 17.
  8. LUK.3:23 KETIKA YESUS MEMULAI PEKERJAAN-NYA, IA BERUMUR KIRA-KIRA TIGA PULUH TAHUN
  9. Diperkirakan Yesus melakukan pelayanan utama selam 3 – 4 tahun.
  10. Para pemuka agama sebagian besar berpendapat bahwa Yesus berada di dunia ini kira-kira 33 – 34 tahun dan setelah itu Dia naik ke sorga.
  11.  Sekarang Yesus berada di sorga untuk menyediakan tempat bagi orang percaya. Kelak, Sang Raja atas segala raja – Yesus akan datang menghakimi dunia dan memberi upah sesuai dengan perbuatan masing-masing – Yoh. 14 : 1 – 3.

Masihkah Hukum Taurat Relevan?

Masihkah Hukum Taurat Relevan?

Sekilas pertanyaan di atas  terasa menggelitik. Mengapa? Karena tidak bisa dipungkiri bahwa di kalangan umat Kristiani sendiri ada pemahaman tentang Hukum Taurat hanya berlaku pada Zaman Musa atau diberikan khusus kepada Bangsa Israel. Sekarang adalah Zaman Kasih. Apakah benar demikian? Mari kita lihat isi ke 10 Hukum yang Tuhan berikan kepada Musa ditengan perjalanan mereka ketika keluar dari Mesir (tanah perhambaan) menuju Kanaan (tanah perjanjian). Kum tersebut terdapat pada Kitab Keluaran 20 : 1 – 17

  • Aku lah Tuhan Allah mu tiada tuhan selain Aku
  • Jangan menyembah berhala
  • Jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan
  • Kuduskan hari Sabat
  • Hormati orang tua mu
  • Jangan membunuh
  • Jangan berjinah
  • Jangan mencuri
  • Jangan bersaksi dusta
  • Jangan menginginkan yang bukan milik atau hak kita.

Menyimak Ke 10 Hukum di atas rasanya sampai kapanpun tidak ada orang yang senang terhadap pencurian, perjinahan, kebohongan atau mungkin mengharapkan anak yang tidak hormat kepada orang tua alias durhaka. Lebih jauh dikatakan bahwa Hukum Taurat bersifat kasih dan abadi. Hidup akan terasa tenteram apabila kita berada dalam lingkungan yang taat hukum tersebut. Para isteri mendambakan suami-suami yang setia dalam sumpah pernikaahn dan sebaliknya. Para pebisnis, kalangan akademis dan pemerintah sekalipun akan senang dan bahagia apabila karyawan, mahasiswa dan warga negara menuruti hukum di atas. Lalu lintas akan nyaman, hubungan antar sesama akan harmonis, tindakan kriminal tidak akan terdengar lagi.

Pandangan Yesus tentang Hukum Taurat

1.     Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.””  .

2.     “Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?” Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”” (Markus 12:28-31).

3.     “Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?” Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”” (Lukas 10:25-28).

Kesimpulan kita adalah Hukum Taurat yang merupakan refleksi tabiat atau karakter Allah sendiri. Jika kita mengasihi Dia maka Dia meminta kita menuruti segala perintahnya. Dalam Kitab Perjanjian Baru dikatakan bahwa dosa adalah pelanggaran terhadap Hukum Allah dan upahnya adalah maut. Dengan demikian kita hanya bisa pahan apa itu dosa melalui Hukum Allah. Jadi Hukum Taurat itu masih sangat relevan dengan era sekarang bahkan sampai akhir sejarah dunia ini hukum tersebut masih berlaku.

Korupsi Ditinjau Dari Perspektif Alkitabiah

Korupsi, Korupsi dan Korupsi

Sangat ironis apabila negara kita dimana masyarakatnya terkenal religius dan taat beribadah namun masalah korupsi merajalela hampir di setiap aspek kehidupan. Nyata benar bahwa tempat-tempat peribadatan selalu penuh dihadiri para pengikutnya dan tidak terkecuali gereja, tetapi korupsi selalu eksis bahkan ada kecenderungan meningkat baik secara kwantitas maupun kwalitas dan seolah-olah tidak ada cara atau aturan yang dapat mengehentikan. Hal ini terjadi karena ajaran agama kurang bahkan salah dihayati. Korupsi adalah penyakit yang ditimbulkan oleh pemisahan ajaran agama dari perilaku keseharian manusia (sekulerisasi). Memang, korupsi bisa saja dilakukan semua orang, baik yang beragama maupun yang tidak beragama, tetapi ajaran-ajaran agama dengan jelas mengajarkan moralitas yang baik, dengan jelas pula melarang (mengharamkan) praktek-praktek korupsi, mencuri dan sejenisnya.

Korupsi merupakan masalah yang kompleks. Ia berakar dan bercabang di seluruh masyarakat. Entah di organisasi yang berorientasi keagamaan maupun sekuler. Dalam arti luas, korupsi mencakup praktek penyalahgunaan kekuasaan dan pengaruh. Bentuk korupsi yang paling umum adalah “nilep dana”. Mencuri (menilep) uang kas, mark-up dana proyek dsb. Hal tersebut sudah biasa dilakukan di negara kita ini. Di mata internasional, negara ini tidak bisa mengelak bahwa Indonesia termasuk the big three dalam kasus korupsi. Tidak ada bidang kehidupan di negara ini yang belum tercemar virus korupsi jenis ini, baik yang kecil maupun yang besar. Belum lagi model korupsi yang sifatnya “suap” atau “sogok” yaitu memberi sesuatu kepada pejabat atau bahkan pegawai negeri sipil biasa, agar ia melakukan sesuatu yang sebenarnya wajib dilakukannya secara cuma-cuma. Pemberian itu tidak terbatas pada uang, tetapi bisa berbentuk mobil, tanah, perhiasan, rumah, seks, makanan dan minuman, emas, batu mulia, saham, dll. Padahal, seorang pegawai negeri berkewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa pamrih.

Mengapa korupsi sering dilakukan umat beragama?

Ada permasalahan teologis terletak di sini, yaitu orang-orang secara keseluruhan belum memahami dan menyadari arti Salib yang sesungguhnya. Pengertian Salib ialah Yesus yang menderita untuk keselamatan ciptaan-Nya. Orang yang bersedia menderita dengan tidak mengikut cara duniawi untuk memperoleh kehidupan “layak, mewah, serba wah” itulah hidup dalam Salib. Salib berarti menderita. Untuk mencapai kepuasan di dunia, kita tidak mengikuti arus duniawi. Korupsi, jelas merupakan “penanggalan” atas penghayatan kita tentang Salib sebab kebahagiaan/ kepuasan tidak dapat terpenuhi hanya dari segi materi saja.

Pandangan Alkitabiah Terhadap Korupsi

Sangat jelas bagi kita bahwa Tuhan Yesus sudah memberi teladan yang sempurna bagaimana hidup yang berarti bagi orang lain yaitu melalui jalan salib.  Simaklah catatan-catatan berikut:

  • (Matius 5:10). “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.
  • Korupsi identik dengan mencuri. Dalam 10 Perintah Tuhan berbunyi : Jangan Mencuri.
  • Larangan mencuri juga dikemukakan Yesus dalam bentuk yang berbeda, yaitu hukum mengasihi sesamamanusia seperti diri sendiri Matius 22:39; Mark 12:31; Lukas 10:27
  • Matius 6:25-26  – Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akanapa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yanghendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih pentingdari pada pakaian?; Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dantidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankahkamu jauh melebihi burung-burung itu?
  • 2 Raja-raja  5:1-27  Korupsi adalah tanda ketamakan manusia.Tuhan sangat mengutuk manusia yang tamak. Dalam cerita-cerita di Alkitab, orang-orang tamak akandiberikan hukuman karena ketamakannya itu. Contohnya pada kisah Gehazi, pelayan Nabi Elisa yangmengambil pemberian Panglima Kerajaan Aram, yakni Naaman, atas kesembuhannya dari penyakitkusta. Alih-alih ingin mendapatkan hadiah yang ditolak Nabi Elisa, Gehazi malah mendapat tulah berupa kusta yang sebelumnya diderita Naaman.
  • Matius 26: 14-16

    Dalam perikop ini akan kita temui bagaimana Yudas yang merupakan salah satu murid Yesus melakukan tindakan korupsi. Selama ini banyak anggapan yang mengatakan bahwa Yudas menjual Gurunya seharga 30 keping uang perak karena sifatnya yang tamak dan rakus uang. Cerita yang tertulis dalam Alkitab mengenai Yudas, seringkali meyakinkan hal itu (bdk. Mat. 26:8,9 dan Yoh. 12:6). Dengan demikian anggapan itu menempatkan Yudas sebagai orang yang serakah dan cinta uang (apalagi diketahui bahwa Yudas adalah seorang murid Yesus yang berperan sebagai bendahara dalam komunitas Yesus).

    Jika kita coba menghitung berapa rupiah uang yang didapat oleh Yudas, maka kita akan cukup tercengang mengetahui jumlah yang sebenarnya. Dalam Dake’s Bible digambarkan bahwa uang sebesar 30 keping uang perak sama nilainya dengan 19,20 dolar Amerika. Katakanlah sekarang kurs 1 dolar Amerika seharga Rp. 10.000,oo. Berarti “harga” Yesus kurang lebih adalah Rp. 192.000,oo. Murah sekali! Jadi, pasti bukan uang yang menjadi faktor utama Yudas menjual Yesus. Apalagi dalam kisah selanjutnya dikatakan bahwa Yudas mengembalikan uang itu kepada para Imam.

    Jika demikian, apa yang menjadi pendorong Yudas untuk menjual Gurunya? Rupanya Yudas memiliki harapan seperti orang Yahudi pada umumnya, yaitu menjadikan Yesus sebagai pahlawan secara politik dengan cara melawan kekaisaran Romawi. Namun, ketika orang banyak berniat mengangkat-Nya menjadi Raja, Yesus malah mengasingkan diri. Bukan hanya itu, Yesus juga malah mengajar mereka untuk memberikan kepada Kaisar apa yang menjadi haknya. Jadi, cara paling pamungkas untuk memaksa Yesus melawan adalah dengan menyerahkan Dia kepada para Imam. Namun, Yesus malah memilih jalan Salib dan bukan melawan; itu sebabnya Yudas menjadi frustrasi dan bunuh diri (Mat. 27:5).

Akhirnya kita dapat menyimpulkan bahwa meskipun kata Korupsi tidak kita temukan dalam Alkitab, namun Ayat-Ayat di atas dengan tegas melarang umat Kristiani tindakan korupsi dalam bentuk apapun. Beberapa contoh di atas menunjukkan bahwa pelaku korupsi mendapatkan hukuman sangat berat, termasuk kasus Ananias dan Sapira. Melakukan kebohongan terhadap jumlah penjualan tanah mengakibatkan kematian yang mengerikan. Olehkarenanya, marilah kita dengan pertolongan kuasa Tuhan menjauhkan diri dari praktek-praktek korupsi.