Perumpamaan – Perumpamaan Yesus

Yesus dalam memberikan pengajaran kepada orang banyak seringkali menggunakan perumpamaan. Namun, perumpamaan hanya diberiakn kepada kelompok tertentu yang notabene memiliki kemampun inteligensia di atas rata-rata. Selanjutnya, pesan atau makna yang tersirat dalam perumpamaan itu sendiri harus disimak dengan teliti agar dapat dipahami. Itu sebabnya, sering kali perumpamaan itu tidak dapat dipahami mereka pada saat Yesus memberikannya.

Perumpamaan adalah sesuatu analogi yang bisa diamati di alam semesta dan dijadikan kiasan untuk meyampaikan makna tertentu secara tidak langsung. Dalam Alkitab terdapat banyak perumpamaan, antara lain: Amsal-Amsal dari Salomo dan Ayub. Ini merupakan metode pengajaran yang sangat digemari dan efektif bagi orang Yahudi dan bangsa-bangsa Timur bahkan sampai era sekarang ini perumpamaan-perumpamaan tersebut masih relevan. Yesus dalam misi penyelamatan menggunakan lebih dari 50 perumpamaan.

Perumpamaan Yesus adalah perumpamaan (analogi) yang diajarkan kepada murid-muridnya dan juga kepada orang-orang tertentu. Kisah-kisah perumpamaan ini terdapat dalam semua kitab Injil: Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Kitab Matius memuat perumpamaan dengan jumlah yang terbanyak.

Perumpamaan-perumpamaan Yesus ini cukup sederhana dan cukup mudah untuk diingat. Oleh karena itu, untuk kurun waktu yang sangat lama, perumpamaan-perumpamaan tersebut tersebut masih dapat diceritakan dari mulut ke mulut, sebelum akhirnya menjadi bentuk tertulis, bertahun-tahun setelah wafatnya Yesus. Salah satu sifat perumpamaan adalah penggambaran secara sepintas sebuah cerita yang sederhana dan lugas, namun memiliki makna yang jauh lebih dalam jika direnungkan lebih jauh.

  Perumpamaan domba yang hilang (Lukas 15:3-7)

  Perumpamaan tentang dirham yang hilang (Lukas 15:8-10)

  Perumpamaan tentang anak yang hilang (Lukas 15:11-32)

  • Perumpamaan tentang mutiara yang berharga adalah sebuah perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya. Kisah ini tercantum di dalam Matius 13:45-46. Perumpamaan ini merupakan salah satu perumpamaan terpendek yang digunakan Tuhan Yesus.
  • Perumpamaan Tentang Domba Yang Hilang. Perumpamaan ini menceritakan tentang seorang gembala domba yang memiliki seratus ekor domba. Pada suatu hari salah seekor dombanya hilang, dan ia meninggalkan domba yang lainnya di pegunungan dan mencari seekor yang tersesat. Diceritakan bahwa ketika gembala tersebut menemukan domba yang hilang, maka kegembiraannya atas seekor domba itu lebih dari 99 ekor domba yang tidak sesat.
  • Domba merupakan lambang yang sangat sering dijumpai di dalam Alkitab sejak zaman sebelum Daud, gembala domba yang menjadi raja Israel (lihat Mazmur 23). Domba adalah binatang yang sangat bodoh yang tidak mampu mencari makan/minum sendiri tanpa tuntunan gembalanya, apalagi melindungi dirinya. Domba merupakan perlambangan dari manusia. Domba yang sesat/hilang melambangkan manusia yang berdosa/kehilangan kemuliaan Allah, sedangkan domba yang tidak sesat melambangkan orang yang benar, yaitu mereka yang telah percaya kepada Yesus, bertobat dari dosanya, dan kembali ke jalan yang benar. Setiap orang Kristen dilambangkan dengan seekor domba.
  • Gembala domba, di sisi lain, adalah orang yang mencukupi kebutuhan domba-dombanya, melindungi mereka dari serangan binatang buas, mengobati mereka yang terluka, dan menuntun mereka ke mana-mana. Sang Gembala Agung menunjuk pada sosok Yesus, dan titel ‘gembala manusia’ diteruskan hingga kini untuk menyebut seorang pendeta Kristen, yaitu gembala sidang.

Masih banyak perumpamaan yang dicatat dalam Kitab Injil, al

  1. Perumpamaan lalang dan gandum
  2. Perumpamaan biji sesawi
  3. Perumpamaan seorang penabur
  4. Perumpamaan tentang talenta
  5. Perumpamaan tentang pohon ara
  6. Perumpamaan tentang Terang dan Garam
  7. Perumpamaan tentang 10 anak dara
  8. dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>